Selain menarik banyak vendor untuk
mengembangkan smartphone, Android menjadi salah satu platform yang
smartphone-nya paling cepat berkembang. Terbukti saat iPhone masih
menggunakan RAM 1GB, Android sudah menggunakan RAM 4 GB. Bahkan sekarang sudah
mulai bermunculan smartphone Android yang mengusung RAM 4GB. Tujuannya agar
smartphone Android tidak lemot.
Mau berapa besar pun RAM yang ada di smartphone kamu, dalam
beberapa kondisi pasti akan terasa lemot. Android lemot ini bisa disebabkan
oleh banyak sekali hal, bukan hanya masalah besarnya RAM saja. Nah, agar kamu
semakin nyaman menggunakan Android milikmu, berikut Mas Nugroho akan jabarkan
cara mengatasi Android lemot.

Cara
Untuk Membuat Android Tetap Cepat
Banyak cara mengatasi Android yang lemot, mungkin beberapa cara
yang akan Mas Nugroho sebutkan ini pernah kamu lakukan. Meski dilakukan karena
alasan lain, sebenarnya mungkin hal itu memang harus kamu lakukan secara
berkala. Apa saja cara mempercepat Android yang bisa dilakukan untuk menjaga
performa Android kamu?
1.
Perhatikan Jumlah Memori
Setiap smartphone dibekali dengan spesifikasi memori yang
berbeda. Selain RAM, kapasitas memori internal juga mempengaruhi performa
smartphone loh. Saat memori internal yang tersedia tinggal sedikit, maka
Android menjadi lemot. Makanya, untuk mengatasi Android lemot sebaiknya kamu
hindari menyimpan banyak data hingga memenuhi memori internal.

Jika kamu sering menyimpan banyak data di smartphone, usahakan
untuk membeli smartphone yang dibekali dukungan kartu memori. Atau beli
smartphone yang dibekali memori internal luas.
2.
Gunakan Aplikasi Serbaguna
Alih-alih meng-install banyak aplikasi yang malah membuat memori
internal jadi penuh, mending install satu aplikasi tapi memiliki banyak fungsi.
Jika Android kamu sudah di-root,
salah satu aplikasi multifungsi yang Mas Nugroho sukai adalah Apps2SD. Karena dalam satu aplikasi kamu bisa
mendapatkan fungsi yang banyak, seperti partisi SD Card, backup aplikasi, link aplikasi
ke memory
card, dan lainnya. Jika belum di-root,
kamu bisa mendapatkan banyak fungsi serupa di Clean Master.
3.
Gunakan 1 Aplikasi Antivirus 1 Saja
Jika kamu adalah pengguna yang percaya dengan fungsi antivirus
di smartphone Android, sebaiknya pehatikan hal ini. Hampir sama dengan aplikasi
bawaan sistem, aplikasi antivirus terus berjalan di background.
Dampaknya RAM kamu jadi boros, dan performa Android jadi lemot. Bisa
dibayangkan jika kamu meng-install lebih dari satu aplikasi antivirus di
Android kamu, kan?

Makanya, untuk mengatasi Android menjadi lemot, gunakan satu
aplikasi antivirus saja. Tapi pentingkah meng-install antivirus di
Android? Mas Nugroho sendiri sih tidak menggunakannya.
4.
Auto Kill
Kamu yang sering melakukan multi
tasking di Andoid, pasti sudah terbiasa menemukan banyak aplikasi
yang aktif di Recent Apps. Dampak lanjutan saat banyak aplikasi yang berjalan
di Recent Apps adalah RAM semakin sesak, dan Android jadi lemot. Untuk
menghindarinya coba kamu gunakan fitur Auto Kill. Fitur ini
akan membuat aplikasi tidak bisa berjalan di background,
sehingga Android kamu tidak akan lemot.
5.
Gunakan Aplikasi Berbayar
Menggunakan aplikasi gratisan memang enak. Karena tanpa harus
mengeluarkan uang, kita bisa mencoba fitur keren yang ada di aplikasi tertentu.
Tapi, tahukah kamu bahwa meng-install aplikasi gratisan itu sama dengan siap
jadi kelinci percobaan? Karena dengan memberikan aplikasi gratisan inilah
pengembang akan mendapatkan banyak review untuk
mengetahui bugs apa
saja yang menimpa di aplikasinya.

Selain menjadi kelinci percobaan, menggunakan aplikasi gratisan
juga bisa membuat Android lemot karena banyaknya iklan yang disematkan di
dalamnya. Makanya agar Android kamu tidak lemot dan tidak terganggu iklan yang
membuat kuota cepat habis, gunakan aplikasi berbayar!
6.
Selalu Update Software

Setiap ada pemberitahuan update
software, segera lakukan update.
Hal ini bertujuan untuk segera memperbaiki masalah yang dibawa oleh sistem
sebelumnya. Karena bisa dipastikan update itu
bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dari sebelumnya. Meski
kadang ditemui kenyataan bahwa setelah update justru
semakin buruk, namun pihak pengembang pasti tidak akan diam saja jika memang
ditemui ada masalah pada sistemnya. Selalu luangkan waktu untuk memeriksanya di
menu Settings - About - System Update lalu pilih Check for Updates.

Hal ini juga berlaku untuk aplikasi yang kamu gunakan. Saat ada
pemberitahuan update aplikasi
di Google Play Store, luangkan waktu untuk segera melakukan update.
Periksa aplikasi yang membutuhkan update pada tab My Apps & Games di Google Playstore.
7.
Kurangi Penggunaan Widget

Salah satu yang membuat Android tampak menarik adalah adanya
Widget. Bukan cuma memperindah tampilan homescreen Android
kamu, tapi Widget juga berguna sebagai jalan pintas untuk memantau berbagai
aplikasi tanpa harus membuka aplikasi terkait. Meski membuat Android kamu
tampak indah dan mempercepat akses ke aplikasi, namun hal ini juga akan menyita
konsumsi RAM yang lebih besar. Dampaknya, Android kamu menjadi lambat. Maka
dari itu, kurangi penggunaan Widget untuk mengatasi Android lemot.
8.
Hapus atau Hentikan Aplikasi Yang Tidak Terpakai
Memang banyaknya aplikasi baru di Google Playstore selalu
menarik untuk dicoba. Tanpa disadari, banyak aplikasi yang hanya menarik di
awal saja atau bahkan ternyata memiliki fungsi yang sama dengan aplikasi yang
kita pasang sebelumnya. Dampaknya, ruang penyimpanan di Android kamu menjadi
tersita oleh aplikasi yang sebenarnya tidak berguna. Maka untuk menjaga agar
Android kamu tetap cepat, hapus aplikasi-aplikasi yang tidak
terpakai atau memiliki fungsi sama tersebut.

Kadang, memang beberapa aplikasi tidak dapat dihapus karena
merupakan bawaan sistem. Dan yang menyebalkan adalah fakta bahwa kadang
aplikasi-aplikasi bawaan sistem itu terus berjalan walau tidak dibutuhkan,
sehingga mengkonsumsi RAM dan memperlambat Android kamu. Untuk menghentikannya,
kamu buat aplikasi-aplikasi tersebut Disable, dengan cara
masuk Settings - Apps, lalu pada tab Running pilih aplikasi yang tidak
kamu butuhkan, dan pilih Disable.
9.
Kurangi atau Matikan Animasi di Android Kamu
Animasi adalah salah satu pencuri RAM di perangkat Android. Nah,
cara mengatasi Android lemot selanjutnya adalah dengan masuk ke menu Setting - Developer Options.
Untuk mengurangi atau mematikan animasi di Android agar Android
kamu tetap cepat, kamu bisa ke mengaturnya di Settings - Developer Options,
lalu ubah nilai Windows animation scale, Transition animation
scale, dan Animator duration scale ke
nilai terkecil, atau dibuat off sekalian.
Metode ini pula yang Mas Nugroho gunakan untuk menantang kamu yang
memiliki Android dengan RAM 4 GB.
10.
Bersihkan Cache Data
Cache adalah tempat menyimpan data sementara dari aplikasi yang
sedang atau pernah kamu gunakan. Dengan adanya cache di
Android, kamu akan dengan cepat membuka aplikasi yang sebelumnya pernah
digunakan. Namun, dibalik manfaatnya tersebut, cache yang
dibiarkan menumpuk akan membuat Android kamu menjadi lemot.

Cara mengatasi android yang lemot karena cache menumpuk
ini adalah dengan selalu membersihkan cache dari
setiap aplikasi yang sering kamu gunakan. Caranya, masuk Settings - Apps - All lalu cari aplikasi yang akan
dibersihkan cache-nya,
dan pilih Clear Cache. Atau, kamu juga bisa
sekaligus membersihkan cache pada
Android kamu melalui menu Settings - Storage - Cached
Data, dan pilih OK saat ada pop
up.
11.
Bersihkan Cache Partition

Berbeda dengan cache data
aplikasi, cache partition berguna untuk
menyimpan proses-proses yang dijalankan oleh sistem, sehingga akan mempercepat
Android kamu untuk dapat segera digunakan setelah mematikan atau melakukan
Restart perangkat. Namun, lama kelamaan cache
partition akan terus menumpuk di background dan
memperlambat kinerja Android kamu. Untuk menjaga agar Android kamu tetap cepat,
kamu bisa menghapus cache
partition sebulan sekali dengan masuk ke Recovery Mode, lalu pilih Wipe Cache Partition.
12.
Matikan Auto-Sync

Untuk tetap terhubung dengan semua akun yang terpasang di
Android kamu, fitur Auto-Sync harus
diaktifkan. Namun hal ini berdampak besar pada kinerja Android kamu. Maka
mematikan Auto-Sync sangat
bermanfaat untuk ngatasi Android kamu yang lemut, namun berdampak kamu harus
manual membuka aplikasi seperti Email atau Calendar.
Untuk bisa mengatur agar Android kamu tetap terhubung di saat
penting, dan otomatis mematikan Auto-Sync di jam santai, kamu bisa menggunakan
aplikasi Accounts Sync Profiler atau MacroDroid - Device Automation sekaligus untuk
menghemat baterai Android kamu.
13.
Gunakan Launcher Lain
Salah satu kelebihan Android yang membuatnya banyak digunakan
adalah kemudahan untuk melakukan kustomisasi. Jika bosan dengan tampilan yang
dibawa oleh OEM perangkat Android, kamu bisa coba menggunakan Launcher lain.
Selain berganti suasana, mengganti launcher juga berguna untuk mengatasi
Android kamu yang terasa lemot berkat UI bawaannya.
Banyak launcher terbaik
dan gratis yang bisa kamu coba di Google Playstore. Beberapa di antaranya bukan
hanya memberikan tampilan yang apik dan fitur baru, namun juga membuat Android
kamu menjadi lebih ringan dan cepat saat digunakan. Apa launcher favorit
kamu? Mas Nugorho sih suka dengan Smart Launcher dan Hola Launcher.
14.
Lakukan Factory Reset
Mungkin beberapa di antara kamu sudah sering melakukan Factory Reset. Bisa jadi kamu melakukannya hanya karena
adanya masalah pada Android kamu. Padahal Factory Reset ini sangat direkomendasikan
untuk dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk membersihkan semua yang
bertumpuk di Android kamu. Kamu bisa melakukan Factory Reset melalui menu Settings - Backup & reset - Factory data reset.
15.
Gunakan Custom ROM

Selain menggunakan launcher yang
lain, salah satu bentuk kustomisasi Android yang bisa kamu lakukan adalah
dengan menggunakan custom ROM. Dengan menggunakan custom ROM, kamu juga jadi
bisa menikmati ROM lain yang telah ditingkatkan performanya, sekaligus juga
mencoba sistem operasi terbaru jika ternyata pihak vendor tidak
lagi menyediakan update sistem
operasi untuk perangkat Android yang kamu gunakan. Jika kamu tertarik mencoba
custom ROM, kamu bisa baca Cara Install Custom ROM Android.
Nah, itu dia 15 langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi
Android lemot. Selain langkah-langkah tadi, kamu juga bisa baca Kumpulan Cara Terbaik Untuk Mempercepat HP Android jika
kamu suka melakukan pengaturan-pengaturan khusus pada Android kamu. Perlu
diingat, bahwa performa Android tidak selalu ditentukan oleh RAM yang besar
atau prosesor yang cepat, tapi tergantung bagaimana kamu menjaga performanya
agar tetap cepat dan tidak lemot.
Selamat mencoba!
Tidak ada komentar:
Write komentar